Jumat, 06 April 2012

KEHILANGAN TANPA MEMILIKI


Kehilangan Tanpa Memiliki
Entah apa yang ku rasakan
Entah apa yang ku fikirkan
Yang ku tau hanya sedih
Yang ku tau hanya lara

                Senyumu yang membuat ku untuk tersenyum
                Kata katamu yang membuatku tuk merindu
                Bayangmu yang membuatku terus berharap dan
                Perlakuanmu yang membuatku merasakan memiliki

Merasakan yang orang lain nggak bisa rasakan
Melihat yang orang lain nggak bisa liat
Di atas kata aku sayang kamu
Di atas kata kata indah lainnya

                Saat ini Semua hilang semua nggak ada
                Hanya rapuh yang ku rasakan saat ini
                Apa mungkin aku bisa merasakan ini
                Merasakan Kehilangan tanpa pernah memiliki

Rabu, 04 April 2012

LAMUNAN

  LAMUNAN

Ketika kamu bisa menghitung dedaun yang ada di hutan
Itulah rasa rinduku terhadapmu
Di atas kata miss you, rindu dan smua kata di kamus
Nggak bisa mengungkapkan isi hati

                Seandainya aku bisa melukiskan rasa ini
                Suasana yang ramai namun terasa sepi
                Suasana sejuk namun terasa panas
                Yang membuat aku bingung dengan keadaan

Tersenyum dan tawa dalam kesendirian
Yang hanya bisa di perlihatkan tanpa di rasakan
Tertegun sendiri melihat diri seperti orang lain
Berpura pura dalam keadaan dan perasaan

                Mengaku kuat ternyata hati rapuh
                Mengaku bisa ternyata hati nggak bisa
                Hanya bisa berharap dan berharap
                Suatu saat nanti kamu mengerti

Senin, 02 April 2012

WAWASAN NUSANTARA

WAWASAN NUSANTARA

     Kata wawasan berasal dari bahasa jawa yaitu wawa (mawas_ yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat. Ada 3 faktor penentu utama suatu bangsa yaitu :
1. Bumi/ruang dimana bangsa itu hidup
2. Jiwa, tekad dan semangat manusia / rakyat
3. Lingkungan
Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah – tengah lingkungan baik nasional, regional, maupun global. Ada 2 landasan wawasan nasional yaitu 
1. Paham paham kekuasaan 
2. Teori – teori geopolotik (ilmu bumi politik)
Kalau untuk wawasan nasional Indonesia itu sendiri di kembangkan berdasarkan wawasan nasional secara universal sehingga di bentuk dan di jiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik.
     Dalam bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan: “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi cinta kemerdekaan”. Indonesia menganut paham Negara kepulauan berdasarkan ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah Negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai tanah air dan ini di sebut Negara kepulauan. Untuk pembinaan nasional Indonesia ada 3 pemikiran yaitu :
1. Pemikiran berdasarkan falsafah pancasila
2. Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan
3. Pemikiran berdasarkan aspek social budaya
Menurut Prof.Dr.Wan Usman wawasan nusantara cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya, sedangkan kelompok kerja LEMHANAS 1999 berkata wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan yang serba beragam.

Landasan wawasan nusantara terdiri dari : idiil = pancasila dan konstitusional = UUD 1945. 3unsur dasar wawasan nusantara : wadah, isi dan tata laku, dalam wawasan nusantara ini ada yang namanya hakekat wawasan nusantara yaitu keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Asas wawasan nusantara terdiri dari kepentingan, keadilan, kejujuran, solidaritas, kerjasama, dan juga kesetiaan. Wawasan nusantara ini berfungsi untuk pedoman, motivasi, dorongan serta rambu rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan. Macam – macam materi wawasan nusantara yakni :
1. Pemberdayaan masyarakat
2. Dunia tanpa batas
3. Era baru kapitalisme
4. Kesadaran warga Negara


OPINI

        Indonesia banyak keanekaragaman dari budaya, agama dan segala macamnya setuju yang di bahas pada 3 paragraf di atas Indonesia Negara kepulauan lebih banya perairannya. Semakin banyak perbedaan/keanekaragaman bangsa semakin membutuhhkan perekat untuk mempersatukannya. 

     Dalam materi wawasan nusantara ini menurut saya dapat mempersatukan cara pandang kita terhadap sesuatu hal. Dalam materi ini kita bisa jadikan pedoman dan motivasi agar kita lebih bangkit lagi dalam Negara ini dan tidak adanya kesalahpahaman karna perbedaan.


SARAN

      Cara untuk mempererat cara pandang kita semua awal kita harus sadar diri kita ada dimana dan kondisi sekeliling kita gimana, menghormati satu sama lain, mendengarkan pendapat orang lain dan ambil keputusan sebijak mungkin .

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

   Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang di mulai sejak era sebelum dan selama penjajahan, perebutan dan mempertahankan. Semangat perjuangan bangsa yang telah di tunjukkan pada kemerdekaan 17 agustus 1945 tersebut di landasi oleh keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keiklasan untuk berkorban. Namun, semangat perjuangan bangsa telah mengalami penurunan pada titik yang kritis. Hal ini di sebabkan antara lain oleh pengaruh globalisasi, seperti kuatnya pengaruh lembaga –lembaga kemasyarakatan internasional, dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan permasalahan seperti ini bangsa Indonesia harus mengembangkan nilai, sikap dan kepribadian melalui pendidikan pancasila, pendidikan agama, ilmu social dasar, ilmu buadaya dasar dan ilmu alamiah dasar.

   Bangsa Indonesia adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah nusantara/Indonesia. Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama – sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut . Dalam membentuk negara ada beberapa hal yang harus di tentukan seperti 2 Bentuk Negara yaitu Negara kesatuan dan Negara serikat, dan mempunyai 2 unsur Negara yaitu konstitutif dan deklaratif, serta di imbangi dengan teori teori terbentuknya Negara seperti teori hokum alam, teori ketuhanan, dan teori perjanjian. Untuk Negara Indonesia ini mempunyai proses dlam terbentuknya Negara Indonesia yaitu :
a. Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia
b. Proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan
c. Keadaan bernegara yang nilai – nilai dasarnya ialah merdeka, bersatu, berdaulatan, adil dan makmur
Dalam proses bangsa Indonesia ini di awali adalanya pengakuan yang sama atas kebenaran hakiki dan kesejateraan.

   Dalam proses bangsa yang bernegara di Indonesia ada yang namanya pemahaman hak dan kewajiban warga Negara yakni, hak warga Negara menurut UUD 1945, kewajiban warganegara dalam hal hukum dan besosialisasi, tanggung jawab warga Negara, dan peran warga Negara. Indonesia bernegara demokrasi, demokrasi adalah bentuk kekuasaan (kratein) dari, oleh, dan untuk rakyat, Untuk demokrasi ini di bagi 2 bentuk yaitu pemerintahan monarki dan pemerintahan. Untuk prinsip dasar system pemerintahan Indonesia yang terdapat pada UUD 1945 adalah bahwa Indonesia ialah Negara yang berdasarkan atas hukum, system konstitusi, kekuasaan Negara yang tertinggi di tangan MPR , presiden adalah kekuasaan Negara yang tertinggi di bawah majelis, presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, menteri Negara tidak tanggung jawab kepada DPR dan kekuasaan Negara tidak terbatas.

OPINI

   Pendidikan kewarganegaraan mengajarkan kita untuk terus semangat dalam hal membela Negara, bersosialisasi dan bernegara. Dari pembahasan 3 paragraf di atas kita ketahui kita mengalami permasalahan yaitu krisis semangat masyarakat karna globalisasi. Menurut saya hal ini terjadi di karenakan kurangnya sosialisasi dengan masyarat, sehingga masyarat terlalu individulis.

   Indonesia bernegara demokrasi dimana rakyat untuk rakyat, dalam mencapai saat sekarang ini tidak mudah. Kita melewati masa penjajahan dan mempertahankan para pahlawanlah yang membuat kita berada di sini membela secara fisik kepada penjajah. Sekarang waktunya kitalah yang membuat gebrakan baru untuk mempertahankan Negara kita yaitu Indonesia dengan non fisik.

SARAN

   Untuk mempermudah bersosialisasi buatlah perkumpulan anak muda seperti yang udah sering kita dengar yaitu karang taruna tiap daerah di seluruh Indonesia. Setelah itu adakan pertemuan dan curahkan pendapat dengan Negara ini serta solusi yang bijak. Untuk kaum kurang mampu pemerintah alangkah baiknya sesering mungkin adakan pertemuan atau datangkan dari daerah daerah terpencil, dan bercerita cerita. Satu lagi yang harus di ingat perhatikan sekolah rakyat pemerintah harus lebih teliti melihat rakyatnya yang masih banyak tidak sekolah karna perjalanan atau transportasi kesekolah tidak memungkinkan. Semua ini akan lancar dengan di imbangi kesadaran dan saling menghormati dr rakyat atau diri kita sendiri .


Minggu, 15 Januari 2012

kegagalan Arsitektur terhadap lingkungan


KEGAGALAN ARSITEKTUR TERHADAP  LINGKUNGAN

Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya untuk memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karena lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkungan binaan. (wikipedia)

Seorang arsitek haruslah benar-benar teliti dan peduli lingkungan dalam merancang dan membangun proyek jangan sampai proyek yang kita bangun berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya. Seorang Arsitek haruslah melakukan analisa terhadap lingkungan untuk mengetahui segala aspek-aspek yang baik maupun buruk sehingga dapat meminimalisir kesalahan dan kegagalan di masa yang akan datang maupun ketika suatu proyek itu dibangun. Begitu pula masalah penempatan suatu bangunan haruslah mengikuti fungsi dari bangunan tersebut,sehingga tidak merusak tata ruang kota. Misalnya tanah untuk pemukiman janganlah dibuat pabrik karna akan mengganggu warga dan lingkungan sekitar. Karena arsitek tidak hanya merancang bangunan tapi juga lingkungan sekitarnya.

Berikut ini adalah beberapa yang diperkirakan masuk kedalam salah satu kekurangtelitian arsitek dalam melakukan tugasnya dalam membangun :
1. Jebolnya tanggul Situ Gintung karena selain banyaknya curah hujan yang terjadi, peneliti memperkirakan itu juga karena maraknya pembangunan tempat wisata ataupun bangunan komersial lainnya disekitar tanggul Situ Gintung yang seharusnya menjadi tanah resapan bagi tanggul tersebut.

2. Jembatan Tanah Abang Roboh membuat beberapa pengunjung yang berbelanja tetimbun reruntuhan. Bangunan yang roboh di sekitar Metro Tanah Abang merupakan calon toilet di pusat grosir Metro Tanah Abang, bukan merupakan jembatan penghubung Blok A-Blok B. Bangunan itu roboh karena konstruksi belum sempurna.Bangunan yang runtuh adalah bagian yang akan dijadikan toilet di lantai tiga gedung tersebut.(Kaskus,megapolitankompas)



Arsitektur kemudian dianggap penting bagi kekayaan sebuah kebudayaan karena bukan hanya tentang melakukan pertahanan terhadap lingkungan manusia saja, tetapi juga terhadap lingkungan alam, arsitektur kemudian menjadi prasyarat dan simbol dari perkembangan peradaban dari kebudayaan tersebut. Oleh karena itu, arsitek tidak hanya semata-mata seorang ahli bangunan saja, ia juga merupakan seorang profesional yang memahami betul pembangunan secara luas. Selain itu isu lingkungan alam di tempat bangunan itu akan dibangun juga merupakan satu hal yang perlu diperhatikan.

Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang arsitek adalah:
1. Kemampuan untuk menghasilkan rancangan arsitektur yang memenuhi ukuran estetika dan persyaratan teknis, dan yang bertujuan melestarikan lingkungan. (Ability to create architectural designs that satisfy both aesthetic and technical requirements, and which aim to be environmentally sustainable)
2. Pengetahuan yang memadai tentang cara mencapai perancangan yang dapat mendukung lingkungan yang berkelanjutan. (An adequate knowledge of the means of achieving environmentally sustainable design)


Masalah lingkungan di Indonesia juga sudah merisaukan. Sementara di satu sisi pembangunan tidak bisa berhenti. maka saat ini yang perlu dilakukan adalah suatu alat, yang bersifat antisipatif, sehingga tidak dipungkiri pembangunan berjalan dan juga menyebabkan kerusakan lingkungan. Maka dengan demikian dampak negatif pembangunan seperti degradasi mutu lingkungan, banjir, pemanasan global dan efek penyakit bisa pun bermunculan.

Contoh studi kasus pertama ialah Bangunan berarsitektur post-modern yang tidak ramah energi.




Akhir-akhir ini bangunan perkantoran dan rumah di Indonesia banyak mengadopsi - bahkan meng-copy paste - arsitektur post-modern dari negara-negara Barat yang beriklim dingin itu. Arsitektur bangunan tersebut - menurut pendapat saya - tidak ‘ramah energi’ untuk ukuran daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Sebut saja gedung yang 100% dindingnya berlapis kaca. Efek radiasi matahari berlebihan yang menembus kaca mengakibatkan penyejuk ruangan (AC) bekerja lebih berat. Akibatnya mengkonsumsi energi listrik lebih banyak. Lalu rumah-rumah model minimalis. Modelnya banyak bermain dengan beton, minim kanopi, minim ventilasi, dan banyak bermain dengan kaca. Bukaan cahaya memang banyak, tetapi hawa panas berlebihan di dalam rumah. Akibatnya penghuninya terpaksa mesti sering menyalakan penyejuk ruangan. Boros listrik.
Contoh studi kasus ke dua ialah ‘perlombaan’ meninggikan lantai bangunan yang sudah cukup populer. Meskipun tidak ada panitia perlombaannya, tetapi tetap berjalan dengan sendirinya. Satu bidang tanah dibangun rumah/gedung dengan tinggi lantai 1 m di atas muka jalan, tidak lama waktu berselang dibangun rumah/gedung disebelahnya atau di depannya dengan ketinggian 1.20 m, kemudian muncul lagi bangunan baru dengan ketinggian lantai 2 m. Dalam konteks yang lebih luas lagi, satu kawasan perumahan di set tinggi kawasan 1 m dari tanah asal, kemudian dibangun perumahan lain disebelahnya dengan setting ketinggian tanah lebih dari 1 m, dst.
Bukankah ini perlombaan? Dalam perlombaan anda yang menang dan ada yang kalah.
Akibat dari ‘lomba’ tinggi-tinggian tadi banyak, diantaranya banjir menimpa pihak yang kalah. yang kalah yang tidak bisa bersaing dalam ‘lomba’. Jadi tidak usah heran, dimusim hujan ada kawasan perumahan yang terendam air dan ada yang tidak terendam, padahal berada dalam satu lingkungan. Tidak heran pula ada satu rumah kebanjiran tetapi tetangga sebelahnya tetap merasa aman.




Kesimpulannya yaitu:
Berharap apa yang dikerjakan para arsitek saat ini dan akan datang dapat membawa dampak positif bagi pengembangan lingkungan binaan (built environtment) serta memberikan sumbangsih pemikiran baru berdasarkan eksplorasi kearifan lokal. Terutama dalam implementasi potensi keragaman hayati di Indonesia yang sangat kaya, terhadap pembangunan.
Dan pembangunan di Indonesia harus punya platform Environtment First, yaitu pengembangan di mana unsur lingkungan hidup merupakan tolok ukur utama. Perlu konsep makro dan mikro yang kuat dalam mengarahkan pembangunan di Indonesia. Sebenarnya yang menjadi kunci adalah bukan perlunya teknologi tinggi yang mahal dan terkadang tidak sesuai dengan konteks permasalahan, tetapi saat ini perlu digali lagi kekuatan potensi kearifan lokal. Artinya, jangan melupakan bidang keilmuan dan pengetahuan yang berasal dari lingkungan setempat. Karena pembangunan tidak harus merusak lingkungan.

Arsitek yang peka lingkungan tentu faham dengan tulisan di atas tadi. Ia sadar bahwa merancang bukanlah urusan dalam batas site nya saja tetapi lebih luas dari batasan site. Pelajaran demi pelajaran arsitektur sebenarnya telah cukup menjadi bekal para arsitek menjadi arsitek yang manusiawi.
Artikel ini ditulis, karena melihat fakta yang ada bahwa para pengemban ilmu arsitektur (arsitek) mulai mengabaikan lingkungan sekitarnya. Yaa, lingkungan yang dihuni banyak manusia. Ada yang terkena imbas buruk dari kehadiran ‘produk’ arsitektur.